Jumat, 23 Oktober 2009

dharma wanita persatuan unit KUA cikajang

Cucu Rustini (DWP Unit KUA Cikajang)

Assalamu'alaikum wr. wb.

DHARMA :

Apa-apa yang ada di muka bumi ini, pada prinsipnya terdiri atas dua bagian, dapat diartikan : Pasangan. Misalnya, ada siang = ada malam; ada terang = ada gelap;
ada manis = ada pahit; ada gembira = ada sedih; demikian juga halnya, ada pria = ada perempuan (wanita).

Mau pria, mau perempuan, kedua-duanya mempunyai kewajiban, mempunyai tugas, sesuai dengan kodratnya masing-masing.

Dengan kodratnya, perempuan memiliki interest atas perasaannya, walau memiliki tugas.
Kata Tugas, bisa dimaknai juga dengan kata : Dharma - Bakti - Peran - Pendamping - Pasangan Berbagi Kasih - Pasangan Berbagi Rasa - Pasangan Berbagi Pandangan.

Dengan kata lain, tidaklah terlalu salah, bila keberadaan wanita (perempuan); merupakan bagian tak terpisahkan dari ketercapaian = Kesusksesan = Keberhasilan
atas peran atau posisi atau kedudukan atau tugas atau tanggung jawab atau sesuatu hal yang dapat dilaksanakan oleh seorang pria.

Itu semua kalau berbicara sesuai alur, apa yang semestinya harus dilaksanakan,
sedangkan bila sebaliknya; malah justru keadaannya bisa sebaliknya juga.
Bukan lagi pasangan, malah jadi lawan, karenanya tak sedikit kaum pria yang terperosok, akibat tak berkemampuan untuk memposisikan dirinya, sesuai dengan kodratnya itu.


WANITA :


WANITA / PEREMPUAN ADALAH SESOSOK MANUSIA / MAKHLUQ / HAMBA ALLAAH SWT. YANG SAMA JUGA DENGAN PRIA / LELAKI YANG SAMA-SAMA HIDUP
DI MUKA BUMI INI MEMILIKI KEWAJIBAN DAN HAK
YANG SAMA SESUAI DENGAN KODRATNYA MASING-
MASING.

PEREMPUAN; SESEORANG YANG HARUS DIHARGAI;
SESEORANG YANG HARUS DIHORMATI;
SESEORANG YANG HARUS DISAYANGI;
SESEORANG YANG HARUS DIAYOMI;

SEBAGAI PRIA, SUATU SA'AT AKAN :
======= BUTUH PERTEMANAN DARI PEREMPUAN;
======= BUTUH PENDAMPINGAN DARI PEREMPUAN;
======= BUTUH PERSAHABATAN DARI PEREMPUAN;
======= BUTUH PELAYANAN DARI PEREMPUAN;
======= BUTUH DORONGAN DARI PEREMPUAN; DAN
======= BUTUH BANTUAN DARI PEREMPUAN.


PERSATUAN


Kata Persatuan;
= menguraikan diantara bagian (masing2 jadi
satu bagian):

A - B - C - D - E, ...
1 - 2 - 3 - 4 - 5, ...

= menyatukan diantara bagian (bagian yang satu
dengan bagian yang lainnya menjadi kesatuan)

A + B = C; >>>>> C
1 + 2 = 3; >>>>> 1

Prinsip PERSATUAN = Prinsip KELUARGA

KELUARGA :

= biasanya terdiri dari :
Suami + Isteri; atau
Suami + Anak; atau
Isteri + Anak; atau
Suami + Isteri + Anak;

Jadi kata dalam Persatuan (Keluarga) ada makna yang saling bertautan/berhubungan
antara satu bagian dengan bagian lainnya;
antara yang satu dengan yang lainnya.

Maka yang dimaksud Persatuan di sini;
di satu sisi; misalnya :

prianya, bagian tak terpisahkan dari karena
peran/tugas/fungsi/tanggungjawabnya
( A )

perempuannya, bagian tak terpisahkan dari
karena tautan/mitra/hubungan atas
apa yang jadi peran/tugas/tanggung
jawabnya itu
( B )

PERSATUAN = ( A ) + ( B )


DHARMA
WANITA
PERSATUAN

=========> DHARMA WANITA PERSATUAN

********** SEKELOMPOK ORANG (WANITA/PEREMPUAN)
YANG KARENA TAUTAN/HUBUNGAN DENGAN
DIRINYA ATAU PRIANYA (BAGIAN DARI
TUGASNYA) MENDAPATKAN KEPERCAYAAN
ATAU HARUS MEMBANTU UNTUK BERGERAK
MEMAJUKAN HUBUNGANNYA ITU.


Misalnya : DHARMA WANITA PERSATUAN
UNIT KUA CIKAJANG GARUT

Senin, 19 Oktober 2009

DHARMA

Assalamu'alaikum wr. wb.

Apa-apa yang ada di muka bumi ini, pada prinsipnya terdiri atas dua bagian, dapat diartikan : Pasangan. Misalnya, ada siang = ada malam; ada terang = ada gelap;
ada manis = ada pahit; ada gembira = ada sedih; demikian juga halnya, ada pria = ada perempuan (wanita).

Mau pria, mau perempuan, kedua-duanya mempunyai kewajiban, mempunyai tugas, sesuai dengan kodratnya masing-masing.

Dengan kodratnya, perempuan memiliki interest atas perasaannya, walau memiliki tugas.
Kata Tugas, bisa dimaknai juga dengan kata : Dharma - Bakti - Peran - Pendamping - Pasangan Berbagi Kasih - Pasangan Berbagi Rasa - Pasangan Berbagi Pandangan.

Dengan kata lain, tidaklah terlalu salah, bila keberadaan wanita (perempuan); merupakan bagian tak terpisahkan dari ketercapaian = Kesusksesan = Keberhasilan
atas peran atau posisi atau kedudukan atau tugas atau tanggung jawab atau sesuatu hal yang dapat dilaksanakan oleh seorang pria.

Itu semua kalau berbicara sesuai alur, apa yang semestinya harus dilaksanakan,
sedangkan bila sebaliknya; malah justru keadaannya bisa sebaliknya juga.
Bukan lagi pasangan, malah jadi lawan, karenanya tak sedikit kaum pria yang terperosok, akibat tak berkemampuan untuk memposisikan dirinya, sesuai dengan kodratnya itu.

Wassalam.
Cucu Rustini (Mamahnya Bagus)